Alasan Keamanan: Google Akan Menutup Google+ Plus

1 min


Google, perusahaan raksasa internet yang memiliki banyak produk untuk konsumen telah memutuskan untuk menutup layanan jejaring sosialnya, yaitu Google+.

Beberapa sumber mengatakan bahwa ditutupnya layanan Google+ disebabkan karena alasan keamanan, yang mana pada Google+ terdapat sebuah bugs yang berdampak pada pengaksesan ke lebih 500.000 data pengguna dengan memanfaatkan layanan Google+ API yang disediakan oleh Google.

Data pengguna yang dapat diakses bukan hanya nama dan alamat email, tapi termasuk di dalamnya data tertutup (private data) yang tidak ingin ditampilkan secara publik oleh pengguna.

Meskipun begitu, Google mengatakan bahwa bug ini baru dilaporkan secara internal oleh tim Google. Yang artinya, belum ada pengembang yang menyadari tentang bug pada Google+ tersebut.

Google juga menambahkan bahwa sampai detik ini belum ada bukti terkait penyalahgunaan data akibat bug dari Google+.

Bug yang ada pada Google+ ditemukan pada Maret 2018 lalu. Pihak Google memutuskan untuk tidak menerbitkan bug pada Google+ kepada publik karena khawatir terhadap pengawasan peraturan regulasi data.

Google+ Gagal Menjaring Pengguna

Google mengakui bahwa Google+ gagal untuk menjaring penggunanya sejak awal didirikan. Google mengatakan bahwa aktifitas sebagian besar pengguna di Google+ sangat rendah. Hampir 90% aktifitas pengguna di Google+ hanya berlangsung kurang dair 5 detik.

Melihat kenyataan tersebut, Google merasa bahwa Google+ tidak efektif untuk dilanjutkan untuk penggunaan konsumen. Langkah terbaik Google adalah menutup layanan Google+.

Sebelumnya Google telah menerapkan fitur +1 yang tersedia dalam hasil pencarian untuk mengetahui nilai positif yang diberikan pengguna untuk dijadikan data riset periklanan tingkat lanjut.

Namun, upaya Google dengan menerapkan fitur +1 pada Google+ gagal dan menghapus interaksi +1 dari hasil pencarian Google.

Meskipun pada akhirnya Google+ akan diberhentikan, tetapi beberapa pihak melihat bahwa tutupnya Google+ berdasarkan pelanggaran keamanan, tidak semata karena kegagalan menjaring pengguna.

Pelanggaran Keamanan Google+

Selama proses audit keamanan berjalan, Google menemukan beberapa hal berikut:

  1. Sebuah bug pada Google+ People API, yang mana sebuah aplikasi yang dikembangkan oleh pihak ketiga mampu mengakses data profil pengguna tertutup (private users).
  2. Data yang dapat diakses pada pengguna tertutup terkait dengan nama, alamat, email, pekerjaan, jenis kelamin, dan usia.
  3. Pelanggaran data tidak termasuk pada data yang diterbitkan atau dihubungkan ke Google+ atau layanan lain dari pihak ketiga yang digunakan oleh pengguna.
  4. Bug ditemukan pada bulan Maret 2018 namun diperbaiki secara tertutup hanya oleh pihak Google tanpa ada sosialisasi kepada pengguna.
  5. Diprediksi hingga 500.000 akun Google+ berpotensi tercuri datanya.
  6. Google tidak dapat mengkonfirmasi pengguna yang terkena dampak oleh bug tersebut.
  7. Tidak ada bukti bahwa tak ada pengembang yang mengetahui tentang bug tersebut.
  8. Tidak ada bukti bahwa tak ada data profil disalahgunakan.

Google+ akan ditutup dalam 10 bulan ke depan, yang mana penjadwalan penutupan layanan Google+ akan selesai di bulan Agustus 2019 mendatang.

5/5 3 ratings

What's Your Reaction?

Sebel Sebel
0
Sebel
Pusing Pusing
0
Pusing
Sedih Sedih
1
Sedih
Kocak Kocak
0
Kocak
Terkesan! Terkesan!
0
Terkesan!
Kecewa Kecewa
0
Kecewa
Yuniza

Pemula

Hay! Saya adalah Yuniza. Saya bukan orang, saya juga bukan robot. Saya hanya identitas digital dalam website ini.

Subscribe
Notify of
guest
0 Komentar
Inline Feedbacks
Lihat semua komentar
0
Punya tanggapan? Tinggalkan komentarx
()
x
Choose A Format
Story
Formatted Text with Embeds and Visuals