Apakah Bisnis Dropshipping Bisa Menghasilkan Jutaan Dolar?

4 min


Apakah Bisnis Dropshipping Bisa Menghasilkan Jutaan Dolar?

Ketika berbicara tentang bisnis dropshipping, itu artinya kamu harus paham cara kerja bisnis dropshipping.

Sebelum kamu membaca lebih jauh tulisan ini, saya ingin OOT (Out of Topic) sedikit.

Sebenarnya saya sudah mulai bosan menulis topik bisnis dropshipping, khususnya bisnis dropshipping menggunakan Shopify dan AliExpress.

Saya gak punya mimpi atau cita-cita jadi multi-billionaire dari bisnis dropshipping.

Apa bedanya bisnis dropshipping dengan bisnis agen Tiki atau JNE? Sama… Sama-sama jual produk orang lain. 👅👅

Bagi saya, mereka yang memilih bisnis dropshipping adalah mereka yang mencari cara alternatif untuk berbisnis karena kurang kreatif untuk membuat ide bisnis. 🖕🖕🖕🖕

Tapi, karena tren pencarian tentang bisnis dropshipping selalu positif, ya sudah deh tulis saja… 🤣🤣🤣🤣

Mari lanjut kepada topik tulisan. Apakah bisa menghasilkan jutaan dolar?

Jawabannya jelas bisa. Sangat bisa… Tapi, itu penghasilan kotor atau penghasilan bersih?

Jadi, ketika kamu mendapat sebuah screenshot penghasilan seperti di bawah ini…

Jangan berpikiran bahwa angkat tersebut adalah penghasilan bersih (keuntungan).

Jika dari 2 juta dolar di atas keuntungan dropshipper adalah 30%, berapa kira-kira yang di dapat oleh dropshipper?

“Sekitar 600 ribu dolar… Berarti besar dong keuntungannya…”

Iya memang besar. Tapi jangan lupa uang untuk beriklannya juga pasti besar.

Itu kalau penghasilan kotornya 2 juta dolar. Gimana kalau penghasilan kotornya 20 ribu dolar? 👣🙃

Oleh karena itu saya ingin berbagi sedikit rahasia yang sebenarnya sudah bukan rahasia dalam ilmu digital marketing.

Saya percaya semua yang berbisnis dropshipping bisa mencetak penghasilan hingga jutaan dolar, asal tahu ilmunya.

Dan ini dia ilmunya…

Kampanye Iklan Sosial Media

Sangat mustahil bisa mendapatkan jutaan dolar dari dropshipping tanpa iklan, baik itu di Facebook, Instagram, Pinterest, atau YouTube.

Hampir 95% mentor dropshipping pasti menyarankan kamu untuk beriklan di media sosial. Nothing else…

Dan beriklan itu perlu duit…

Selain duit, kamu juga gak bisa asal-asalan bikin iklan. Kamu harus bikin iklan yang tertarget, menarik perhatian, dan being attention to act.

Kalau iklannya gagal, ya sudah hangus uang kamu…

Jadi, kalau kamu pernah mendengar cerita seorang pebisnis dropshipping menghabiskan ratusan ribu dolar untuk beriklan, gak usah kaget dan jangan aneh.

Yang aneh itu kalau ada pebisnis dropshipping yang bisa menghasilkan jutaan dolar dari kunjunga SEO. Nah, itu baru aneh dan patut dipelajari… 👏👏🤝🤝

Bisnis dropshipping itu tidak seperti bisnis blogging.

Kalau kamu punya blog premium yang isinya 5000 resep makanan. Saya yakin sekali itu blog bisa menghasilkan uang sekalipun gak kamu urus selama 5 tahun.

Kecuali kalau mesin pencari di dunia sudah shutdown, itu lain lagi ceritanya. 😄😄

Gunakan Website Toko Online

Memiliki website toko online merupakan sebuah ide tepat untuk mempresentasikan produk yang kamu dropship.

Platformnya bebas, kamu bisa menggunakan platform toko online apapun dan tidak harus selalu menggunakan Shopify.

Ada banyak platform toko online yang bisa kamu gunakan untuk dropship, kamu bisa membaca lebih lanjut di artikel 5 Platform Toko Online Untuk Dropshipping.

Tapi jika kamu sangat awam dalam mengoperasikan website toko online, rekomendasi platform yang paling mudah untuk kamu gunakan ya cuma Shopify.

Sekalipun saya lebih suka menggunakan WooCommerce. Tapi, sejauh ini saya belum menemukan platform website toko online yang semudah Shopify untuk pengguna yang awam komputer.

Informasi tambahan, untuk menggunakan platform toko online Shopify, kamu harus memiliki kartu kredit.

Seleksi Supplier atau Vendor

Mengingat bisnis dropshipping adalah menjual produk milik orang lain, maka kamu harus memiliki mitra dagang, dalam hal ini adalah supplier atau vendor.

Jika kamu ingin berbisnis dropshipping di Indonesia, mungkin kamu bisa dengan mudah mencari mitra dagang di Tokopedia, BukaLapak, atau Shopee.

Tapi, untuk dropshipping internasional kamu harus jeli dalam memilih supplier.

Selain jeli dalam memperhatikan harga, kamu juga harus jeli dengan media yang dipresentasikan oleh supplier.

Jangan sampai kamu kecolongan mendapatkan supplier yang SCAM.

Mencari supplier tidak harus di AliExpress. Tapi, kalau kamu mau ambil gampangnya, saat ini cuma AliExpress yang mungkin punya presentasi bagus untuk dropship internasional.

Sebagai informasi tambahan.

Kalau kamu lebih condong mencari supplier dari AliExpress, maka kamu harus memiliki kartu kredit untuk membeli produk dari AliExpress.

Menjaga Komunikasi Pelanggan

Ini yang mungkin sedikit agak sulit dalam bisnis dropshipping internasional. Kamu harus menjaga komunikasi dengan pelanggan.

Dalam dunia perdagangan, jika kamu tidak memiliki kemampuan komunikasi pemasaran (marketing communication), maka akan sulit sekali mendapatkan uang besar dalam waktu singkat.

Bahkan bukan hanya menjaga komunikasi saja, kamu juga harus paham dengan kepuasan pelanggan (customer satisfaction).

Mungkin kamu pernah mendengar bagaimana Axl 21 memasarkan keripik Maicih? Itu merupakan salah satu teknik pemasaran yang cukup fenomenal…

Mengapa fenomenal…?

Karena banyak masyarakat yang rela mengantri sangat panjang hanya untuk mendapatkan sebungkus keripik.

Padahal cuma keripik. Di makan, habis, selesai.

Dan saya yakin sekali, kemungkinan besar pembeli keripik Maicih tidak selalu orang baru.

Pasti ada pembeli sebelumnya yang mungkin sudah membeli 2 atau 3 kali untuk membeli kembali.

Apabila teknik pemasaran tersebut diterapkan dalam bisnis dropshipping, hasilnya pasti sangat mengagumkan.

Namun, hal ini sangat sulit sekali diterapkan dalam bisnis dropshipping. Karena bisnis dropshipping lebih condong pada mencari pembeli baru dibanding mempertahankan pembeli lama.

Selain itu software untuk menjaga komunikasi dengan pelanggan ini tidak murah. Kamu harus keluar lagi uang untuk menggunakan software tersebut.

Social Media Engagement

Sebenarnya ini masih berkaitan dengan menjaga komunikasi pelanggan.

Sosial media adalah satu-satunya wadah untuk menjaga pelanggan kamu tetap loyal terhadap produk yang kamu jual.

Agar pelanggan kamu mengetahui bahwa kamu memiliki sosial media, kamu tidak bisa hanya mencantumkan alamat sosial media pada website saja.

Kamu bisa mencantumkan alamat sosial media di berbagai celah komunikasi, seperti email, atau blog.

Tidak usah malu untuk sedikit mengemis meminta diikuti di sosial media.

Ketika pelanggan atau pembeli produk kamu mengikuti kamu di sosial media, maka biaya untuk iklan bisa lebih rendah karena kamu sudah memiliki audience yang cukup untuk mempromosikan produk terbaru kamu.

Untuk lebih menjaga pengikut kamu di sosial media, beri pengikut kamu sebuah awareness content yang bisa menghasilkan umpan balik positif terhadap konten-konten yang kamu terbitkan di sosial media.

Mengelola Email Konsumen

Salah satu identitas konsumen yang bisa kamu gunakan untuk komunikasi di masa mendatang adalah alamat email.

Mungkin ada beberapa dari kamu yang berpikiran bahwa pemasaran melalui email adalah teknik yang kuno.

Tentu tidak…

Pemasaran melalui email masih digunakan hingga detik ini. Bahkan brand besar seperti Apple dan Samsung masih menggunakan email untuk melakukan pemasaran kepada pelanggan mereka.


Kesimpulannya, kamu bisa mencetak jutaan dolar penghasilan dari dropshipping. Dan tulisan di atas adalah metode yang rahasia, tapi sebenarnya bukan rahasia untuk dipraktikan dalam bisnis dropshipping.

Jika kamu memiliki saran atau pertanyaan dengan tulisan di atas, tinggalkan saran dan pertanyaan kamu melalui kolom komentar.

4.8/5 6 ratings

What's Your Reaction?

Sebel Sebel
0
Sebel
Pusing Pusing
0
Pusing
Sedih Sedih
0
Sedih
Kocak Kocak
2
Kocak
Terkesan! Terkesan!
3
Terkesan!
Kecewa Kecewa
0
Kecewa
Zapra Gartiast

Hay! Saya Zapra Gartiast, calon Wali Kota Bandung tahun 2025 - 2035. Mohon do'a dari kalian yang membaca 😀

Subscribe
Notify of
guest
0 Komentar
Inline Feedbacks
Lihat semua komentar
0
Punya tanggapan? Tinggalkan komentarx
()
x
Choose A Format
Story
Formatted Text with Embeds and Visuals