Memanfaatkan Blog Sebagai Aset Bisnis Digital

Kamu ingin mendapatkan banyak pengunjung dan meningkatkan penjualan pada bisnis? Ini dia caranya, miliki sebuah blog!3 min


Memanfaatkan Blog Sebagai Aset Bisnis Digital

Di zaman digital seperti sekarang ini, masih banyak pebisnis atau pengusaha yang menganggap remeh kekuatan dari sebuah blog.

Kebanyakan dari mereka beranggapan bahwa memiliki dan mengelola blog adalah sesuatu yang sangat melelahkan, bahkan hanya menambah beban pengeluaran.

Tapi, mereka tidak mengetahui bahwa blog adalah media yang dibaca oleh orang netral, blog adalah sumber pengetahuan dan referensi terbuka yang dapat dibaca oleh banyak orang di internet.

Perjalanan bisnis tanpa blog itu bagaikan sepeda motor beroda satu… Bisa jalan, tapi super lambat…

Jangan pernah beranggapan bahwa blog hanya berlaku untuk kategori bisnis tertentu! Apabila kamu beranggapan demikian, itu salah besar.

Blog bisa meningkatkan penjualan produk dan layanan dalam bisnis, sekalipun yang kamu jual adalah jasa ojek!

blog resmi go-jek

Ada banyak sekali manfaat dari sebuah blog untuk meningkatkan sebuah penjualan produk dan layanan. Memang tidak secepat iklan, tapi jika kamu baru memulai membuat sebuah usaha, maka ada baiknya kamu peduli terhadap blog.

Blog tidak hanya berfungsi untuk menulis sesuatu yang berkaitan dengan usaha kamu, tapi blog bisa mengundang perhatian pengunjung yang membaca tulisan kamu!

Manfaatkan Blog Untuk Menulis Topik Yang Bebas

Seperti yang sudah saya jelaskan di atas, blog tidak hanya berfungsi untuk menulis sesuatu yang berkaitan dengan usaha kamu.

Jadi, jangan terlalu fokus untuk memikirkan tulisan yang isinya itu-itu saja… karena bisa bikin kamu kewalahan, cape dan gagal dalam memanfaatkan blog untuk pengembangan bisnis.

Tapi, jika kamu memanfaatkan blog sebagai strategi untuk mendatangkan pengunjung, akan lain lagi praktiknya.

Karena fokus kamu ingin mendatangkan pengunjung, whatever you write, the point is getting visitors.

Saya pernah satu waktu nyasar ke blog milik Tokopedia ketika mencari informasi oleh-oleh khas Kota Samarinda.

Kalau dipikir-pikir, Tokopedia itu kan perusahaan besar, pemain utama dalam industri eCommerce. Tapi, kenapa masih saja punya blog? Emang Tokopedia kekurangan pengunjung sampai harus membuat blog?

Setelah saya pikir, mungkin Tokopedia ingin memanfaatkan blog sebagai brand awareness bagi pengguna internet yang membaca tulisan dalam blog Tokopedia.

Dampaknya memang tidak besar. Tapi, sangat efektif karena dalam blog tersebut ada logo Tokopedia.

Strategi meningkatkan brand awareness melalui blog tidak hanya dilakukan oleh Tokopedia saja. BukaLapak dan HIJUP juga menerapkan strategi yang sama melalui blog.

Blog Adalah Referensi Terbaik Dalam Tulisan

Sadar atau tidak sadar, sebagian besar masyarakat yang ingin membeli sesuatu pasti membutuhkan referensi, baik itu melalui diskusi atau membaca.

Seiring perkembangan zaman, referensi dari majalah atau koran sangat jarang sekali dibaca oleh manusia zaman milenial.

Manusia di zaman milenial seperti sekarang pasti membaca blog atau melihat video untuk mendapatkan referensi dan masukan otomatis (cognitive ease).

Bahkan, sebagian besar calon pembeli produk elektronik lebih condong melakukan tindakan pembelian setelah membaca atau menonton video dibanding melihat iklan.

Percaya atau tidak percaya, tulisan dengan judul seperti “10 Kelemahan Pada Samsung Galaxy Note 9” bisa memunculkan sebuah kesimpulan otomatis dalam otak pembaca untuk membuat keputusan tidak membeli Samsung Galaxy Note 9.

Sebaliknya, jika judul tulisan diubah menjadi “10 Kelebihan Samsung Galaxy Note 9 Dibanding iPhone Xs“, maka kebimbangan seorang calon pembeli yang sedang memilih antara Samsung atau iPhone bisa lebih berat kepada Samsung.

Begitu juga dengan aplikasi atau software. Sebelum calon pembeli benar-benar membeli sebuah aplikasi, sebagian besar dari mereka pasti membaca referensi dan mencari tahu sisi baik dan buruk dari aplikasi yang ingin dibelinya.

Blog Adalah Media Terbaik Untuk Membunuh Kompetitor

Sebagian besar pembaca sangat jarang memperhatikan nama blog atau siapa pemilik blog. Satu-satunya hal yang dipedulikan oleh pembaca adalah; poin dan informasi yang didapat setelah membaca.

Oleh karena itu, melakukan review terhadap produk atau layanan kompetitor melalui blog adalah cara paling ampuh untuk membius calon pembeli yang ingin membeli produk dari kompetitor kamu.

Seperti yang sudah pernah kamu ketahui, bahwa Apple dan Samsung, bahkan Microsoft pernah saling sindir melalui iklan terkait produk smartphone yang diproduksinya.

Jika Apple, Samsung, dan Microsoft mampu menyindir kompetitornya melalui iklan yang jelas disaksikan oleh masyarakat luas, lantas kenapa kamu tidak mencoba membunuh kompetitor melalui sebuah blog?

Beberapa perusahaan yang membuat aplikasi dan software pengelola sosial media (sosial media management) seperti Hootsuite, Buffer, dan SproutSocial sangat sering sekali saling bunuh melalui blog.

Saling bunuh ini bukan dengan cacian atau ejekan, melainkan dengan membuat sebuah daftar menarik tentang software pengelola sosial media terbaik.

Coba kamu perhatikan gambar screenshot di atas. Dari gambar di atas sudah jelas bahwa Buffer menulis sebuah blog dengan judul “The 25 Best Social Media Management Tools“, dan hebatnya lagi Buffer menempatkan produknya di urutan pertama.

Ya jelas Buffer di urutan pertama, yang nulis kan Buffer bukan Hootsuite. 😅😅😅

Kamu juga bisa melakukan hal konyol seperti di atas. Kamu bisa menulis sebuah blog dan menyertakan produk atau layanan kamu dalam tulisan tersebut.

Selain itu, blog juga bisa mendatangkan banyak pengunjung jika kamu sering menulisnya.

Membuat blog itu sangat gampang dan mudah, sama halnya seperti seseorang yang ingin menjadi go-blog. 😅

5/5 9 ratings

What's Your Reaction?

Sebel Sebel
0
Sebel
Pusing Pusing
0
Pusing
Sedih Sedih
0
Sedih
Kocak Kocak
0
Kocak
Terkesan! Terkesan!
2
Terkesan!
Kecewa Kecewa
0
Kecewa
Yuni Marsela

Pemula

Penulis amatir yang masih belajar blogging. Semoga semua yang saya tulis bermanfaat buat kalian semua :D

Subscribe
Notify of
guest
0 Komentar
Inline Feedbacks
Lihat semua komentar
0
Punya tanggapan? Tinggalkan komentarx
()
x
Choose A Format
Story
Formatted Text with Embeds and Visuals