Bagaimana Cara Dropshipping Internasional Tanpa Shopify

9 min


Kendala utama bagi mereka yang ingin memulai bisnis dropshipping internasional adalah kartu kredit.

Walaupun saat ini ada solusi pembuatan kartu kredit dari Jenius BTPN, tapi karena proses pembuatan kartunya tidak secepat membuat akun PayPal, sebagian dari mereka pasti mencari jalan alternatif untuk memulai bisnis dropshipping internasional tanpa Shopify.

Pada tulisan ini saya ingin memberi informasi bahwa bisnis dropshipping internasional bisa berjalan tanpa harus menggunakan Shopify, dan juga tidak harus dari AliExpress.

Tapi, kamu akan sedikit ribet.

Kamu akan ribet dalam proses pembuatan website toko online, tapi itu cuma awalnya. Jika sudah terbiasa, ribet itu akan menjadi kemudahan yang bisa memangkas pengeluaran untuk operasional toko online.

Selain itu, proses pendataan produk tidak semudah Shopify. Mungkin kamu harus mengupload data produk secara manual.

Jadi… kalau kamu siap menghadapi proses ribet di atas, silahkan teruskan baca.

Tapi, kalau kamu tidak siap, lebih baik tutup halaman ini dan cari aktifitas yang bisa bikin kamu lebih nyaman. Misalnya, nonton K-Pop di YouTube. 🤪🤪🤪

Oh iya, tulisan ini bakal panjang banget dan berisi praktik yang harus dilakukan melalui komputer atau laptop.

Satu lagi, artikel ini gak akan manjain kamu.

Dalam artikel ini mungkin kamu akan menghadapi beberapa masalah yang harus kamu selesaikan dengan mencari jalan keluar sendiri.

Akan sangat berbeda dengan membuat website toko online di Shopify, semuanya dibuat gampang tapi biayanya cukup mahal.

Menentukan Platform

Apa kamu pernah mendengar WooCommerce? Jika belum, WooCommerce adalah platform toko online gratis yang bisa kamu gunakan untuk membuat website toko online

Dalam tulisan ini kamu akan praktik membuat website toko online menggunakan WooCommerce benar-benar dari nol.

Mengapa menggunakan WooCommerce?

Selain gratis, kamu bisa belajar beradaptasi dengan WooCommerce tanpa batasan waktu.

Jika Shopify membatasi 14 hari gratis masa percobaan, hal tersebut berbeda dengan WooCommerce.

Kamu bisa mempelajari seluruh fitur WooCommerce sampai kamu punya anak dan anak kamu punya anak lagi.

Dalam praktik ini kamu tidak harus memiliki hosting atau server yang selalu online karena kamu akan menjalankan WooCommerce di komputer atau laptop pribadi kamu.

Memulai Pemasangan (Installation) WooCommerce

Sebelum kamu memasang WooCommerce di komputer atau laptop kamu, ada baiknya kamu unduh program XAMPP.

Kamu bisa membaca cara menginstal XAMPP di Windows. Panduan menginstal XAMPP tersebut berjalan dengan baik di Windows 7, Windows 8, dan Windows 10.

Namun jika kamu menggunakan komputer atau laptop berbasis MacOS, kamu bisa mengunduh program XAMPP VM dari website https://www.apachefriends.org.

XAMPP VM Untuk Mac

XAMPP VM di Mac tidak perlu proses instalasi. XAMPP VM akan dijalankan oleh portable virtual machine dari Linux Debian yang beroperasi pada MacOS kamu.

Selain mengunduh XAMPP, kamu juga harus mengunduh code editor. Untuk program code editor kamu bisa memilih salah satu yang ada di bawah ini:

  1. Notepad++ (Hanya tersedia di Windows)
  2. Atom Editor (Tersedia di Windows, MacOS, dan Linux)
  3. PSPAD Editor (Hanya tersedia di Windows)

Seluruh program code editor di atas gratis.

Mengunduh dan Memasang WordPress

WooCommerce adalah platform toko online berbasis CMS WordPress. Bahasa gampangnya, WooCommerce itu harus numpang ke CMS WordPress agar bisa beroperasi.

Catatan! Sebelum kamu melanjutkan tutorial pastikan XAMPP telah terinstal dalam komputer atau laptop kamu. Pastikan juga kamu sudah bisa mengakses http://localhost dari komputer atau laptop kamu!

Jadi, untuk menggunakan WooCommerce kamu harus memasang WordPress terlebih dahulu.

Untuk memasang dan menjalankan WordPress, kamu harus mengunduh WordPress di https://wordpress.org.

Di halaman utama WordPress.org cari tombol Get WordPress.

Setelah kamu klik tombol Get WordPress, kamu akan diarahkan ke halaman unduhan (download page), di halaman ini kamu klik tombol Download WordPress 4.9.8 (4.9.8 adalah versi WordPress ketika artikel ini diterbitkan).

mengunduh wordpress cms untuk integrasi woocommerce

Setelah WordPress terunduh dan tersimpan di komputer atau laptop, kamu akan mendapatkan file dengan nama worpress-4.9.8.zip.

Langkah selanjutnya kamu harus ekstrak (extract) file .zip tersebut.

Setelah file .zip berhasil terekstrak, kamu akan melihat folder dengan nama wordpress.

Ganti nama folder tersebut dengan nama bebas, terserah kamu. Tapi untuk memudahkan praktik dalam tulisan ini, ganti nama folder wordpress dengan nama myolshop.

Copy folder myolshop dan paste ke dalam folder htdocs. Setelah folder myolshop kamu paste ke folder htdocs, buka peramban web (Firefox atau Chrome) lalu pada address bar ketik http://localhost/myolshop.

Jika kamu mengakses web dari alamat http://localhost/myolshop terbuka halaman WordPress › Setup Configuration File, itu artinya kamu sudah berhasil memasang WordPress.

cara dropshipping internasional tanpa shopify

Untuk melanjutkan pilih bahasa inggris (English) lalu klik tombol Continue.

Apabila setelah tombol klik Continue kamu diarahkan ke halaman selamat datang, langkah selanjutnya yang harus kamu lakukan adalah menghubungkan WordPress dengan database.

Menghubungkan WordPress Dengan Database

Agar WordPress berjalan dengan baik, kamu harus menghubungkan WordPress dengan database.

Menghubungkan WordPress dengan database berfungsi untuk menyimpan seluruh data ke dalam database.

Contoh sederhananya, ketika kamu mengupload produk ke WooCommerce, maka produk tersebut disimpan ke dalam database. Gampangnya begitu…

Membuat Akun Database

Untuk menghubungkan WordPress dengan database, kamu bisa mengunjungi http://localhost/phpmyadmin di tab baru.

Ketika kamu mengunjungi http://localhost/phpmyadmin, maka kamu akan melihat halaman administrasi database dari phpMyAdmin.

tampilan phpmyadmin localhost

Dari halaman administrasi tersebut kamu klik navigasi Akun pengguna (jika administrasi phpMyAdmin kamu menggunakan bahasa inggris, kamu bisa mengubahnya menjadi bahasa Indonesia melalui kolom Pengaturan tampilan > Language).

Setelah kamu klik navigasi Akun pengguna, cari tulisan Add user account lalu klik tulisan tersebut untuk membuat akun untuk database kamu.

Pada halaman Add user account isi seluruh field pada bilah (panel) Informasi Masuk, tapi cukup isi hal berikut:

  1. Nama pengguna
  2. Nama pemilik
  3. Kata sandi
  4. Ketik ulang (kata sandi)

Untuk memudahkan praktik, buat pengguna untuk database sesuai informasi yang saya berikan di bawah ini:

  1. Nama pengguna (isi dengan dbolshop)
  2. Nama pemilik (isi dengan localhost)
  3. Kata sandi (isi dengan password_db)
  4. Ketik ulang kata sandi (isi dengan password_db)

Scroll halaman ke bagian bawah lalu lihat bilah (panel) Hak akses global lalu centang Pilih semua.

Untuk lebih jelasnya lihat gambar di bawah ini.

hak akses global phpmyadmin

Apabila Informasi masuk telah kamu isi dan Hak akses global telah tercentang, maka scroll ke halaman ke bawah lalu cari dan klik tombol Kirim.

Setelah tombol Kirim di klik dan ada notifikasi pesan seperti gambar di bawah ini, maka kamu telah berhasil membuat akun untuk database.

Pesan Notifikasi Pembuatan Akun Pengguna Untuk Database

Selanjutnya kamu harus membuat database untuk WordPress kamu.

Membuat Basis Database

Membuat database tidak terlalu rumit. Untuk membuat database, kamu bisa klik Basis data dari navigasi menu lalu ketik nama database pada field Nama basis data.

Untuk memudahkan praktik, mohon isi field Nama basis data dengan nama olshopdb.

Setelah field Nama basis data kamu isi dengan nama olshopdb, klik tombol Buat.

Apabila database berhasil dibuat, kamu akan melihat database dengan nama olshopdb di bilah navigasi kiri.

dropshipping internasional tanpa menggunakan shopify

Setelah akun untuk database telah dibuat, dan basis database juga telah dibuat, sekarang waktunya kamu memasukan informasi akun database dan basis database ke WordPress kamu.

Konfigurasi WordPress Dengan Database

Melakukan konfigurasi WordPress dengan database caranya cukup mudah.

Kamu bisa mengunjungi kembali https://localhost/myolshop dari peramban web kamu, lalu klik seluruh tombol sampai kamu tiba di halaman untuk memasukan database credentials.

dropshipping internasional tanpa harus menggunakan toko online shopify

Jika kamu tiba di halaman seperti screenshots di atas, itu artinya kamu harus memasukan informasi database untuk diintegrasikan (dihubungkan) dengan WordPress.

Seperti yang sudah kamu ketahui bahwa kamu telah membuat akun database dan basis database di phpMyAdmin.

Isi Database Name, Username, Password sesuai dengan akun database dan basis database yang sebelumnya sudah kamu buat di phpMyAdmin.

Karena dalam praktik ini saya menggunakan basis database dengan nama olshopdb, lalu akun database dengan nama dbolshop, dan password database password_db, maka informasi yang akan saya isi pada halaman konfigurasi WordPress bisa kamu lihat pada gambar di bawah ini.

Khusus untuk field Database Host biarkan secara default terisi dengan nilai localhost. Sementara pada field Table Prefix bisa kamu isi dengan olshop_ atau shop_ yang penting memiliki akhiran _.

Jika informasi untuk menghubungkan WordPress dengan database sudah selesai, kamu bisa klik tombol Submit.

Ketika tombol Submit di klik, kamu akan diarahkan ke halaman pemberitahuan bahwa kamu telah berhasil menghubungkan WordPress dengan database.

Di tahap ini kamu bisa melanjutkan dengan mengklik pada tombol Run the installation untuk melakukan pengaturan awal.

Catatan tambahan.

Jika informasi database yang kamu masukan salah, maka akan ada pemberitahuan error dan kamu harus mengisi kembali informasi akun database dan basis database dengan benar.

Konfigurasi Awal WordPress

Setelah kamu berhasil menghubungkan WordPress dengan database, kamu akan diminta oleh WordPress untuk mengisi informasi tentang website kamu.

Pada halaman ini kamu bisa mengisi Site Title dengan nama yang bebas, misalnya Toko Dropshipping atau apapun sesuai dengan keinginan kamu.

Selain dari Site Title, kamu juga harus mengisi username dan password untuk login ke halaman administrator sebagai akses untuk mengupload produk.

Karena ini adalah website toko online untuk testing, kamu bisa mengisi usernamepassword, dan email dengan informasi asal, yang penting mudah untuk kamu ingat.

konfigurasi awal wordpress

Jika semua field sudah terisi seperti screenshots pada gambar di atas, kamu bisa klik tombol Install WordPress untuk masuk ke halaman administrasi.

Integrasi WordPress dan WooCommerce

Seperti yang sudah saya jelaskan di awal tulisan bahwa WooCommerce tidak bisa berjalan apabila CMS WordPress belum beroperasi sebagai platform website utama.

Karena sekarang WordPress sudah beroperasi sebagai platform website utama, kamu bisa memasang WooCommerce untuk menjalankan website toko online berbasis WordPress.

Untuk menggunakan WooCommerce, kamu bisa login ke halaman administrasi WordPress.

Dalam praktik ini alamat default login ke halaman administrasi adalah http://localhost/myolshop/wp-login.php.

Setelah login, kamu akan masuk ke halaman awal, atau bisa juga disebut dengan halaman dashboard. Saat kamu masuk ke halaman dashboard kamu bisa melakukan klik Dismiss ke panel selamat datang agar tidak mengganggu tampilan.

Setelah panel selamat datang telah hilang dari halaman dashboard, kamu bisa akses halaman Plugins.

Halaman plugins bisa kamu akses dari panel navigasi yang ada di sebelah kiri dengan tulisan Plugins.

Ketika kamu ada di halaman plugins, kamu akan melihat daftar plugins yang secara default telah disediakan oleh WordPress.

Karena secara default WordPress tidak menyediakan WooCommerce, kamu harus mencari dan memasang plugins WooCommerce secara manual.

Aktifasi Plugins WooCommerce

Untuk mencari dan memasang plugins WooCommerce, kamu bisa memulainya dengan melakukan klik pada tombol Add New dari halaman plugins.

Setelah tombol Add New di klik, kamu akan diarahkan ke halaman pencarian plugins. Melalui halaman ini kamu bisa mencari plugins WooCommerce.

Pada kolom pencarian, kamu bisa ketik woocommerce.

Setelah kamu ketik woocommerce pada kolom pencarian, secara otomatis kamu akan ditampilkan berbagai plugins yang berkaitan dengan WooCommerce.

Pilih satu plugins sesuai dengan gambar di atas, yaitu WooCommerce by Automattic.

Selanjutnya, kamu klik tombol Install Now dan tunggu hingga tulisan Install Now pada button tersebut berubah menjadi Activate.

Ketika tulisan tombol berubah menjadi Activate, klik tombol Activate tersebut untuk mengaktifasi WooCommerce.

Setelah tombol Activate kamu klik, secara otomatis halaman akan dialihkan ke WooCommerce Setup Wizard.

Jika kamu ingin mengisi informasi website toko online kamu tanpa cara yang ribet, kamu bisa mengisinya langsung melalui WooCommerce Setup Wizard.

Tapi, jika kamu ingin mengisi informasi website toko online kamu dengan cara yang ribet, kamu scroll ke bawah halaman lalu klik tulisan Not Right Now, yang mana kamu bisa mengisi informasi tentang website toko online kamu di lain waktu.

Memasang Theme Storefront

Jika kamu melewati WooCommerce Setup Wizard, maka secara default tampilan website kamu masih seperti web blog yang isinya hanya Hello World.

Tapi, jika kamu mengikuti panduan dari WooCommerce Setup Wizard, kamu bisa langsung mengaktifkan theme khusus untuk toko online ditambah sample produk yang secara otomatis aktif di website kamu.

Untuk memasang dan menggunakan theme storefront secara manual, langkah-langkahnya tidak berbeda jauh seperti saat kamu memasang plugins WooCommerce.

Kamu bisa mengakses Appearance dari bilah navigasi. Setelah kamu mengakses Appearance, kamu bisa menambahkan theme dengan melakukan klik pada tombol Add New.

Setelah tombol Add New di klik, kamu akan diarahkan ke halaman pencarian theme. Pada halaman ini kamu bisa mencari theme storefront dengan mengetik storefront pada kolom pencarian.

Apabila theme storefront ditemukan, kamu klik tombol Install dan tunggu hingga tombol berubah tulisannya menjadi Activate.

Setelah tombol berubah menjadi Activate, klik tombol tersebut untuk mengaktifkan theme storefront.

Secara otomatis, setelah tombol Activate kamu klik, maka halaman akan dialihkan ke halaman theme, di mana pada halaman ini kamu diberi penawaran oleh theme storefront untuk mengkonfigurasi dan memasukan sample produk secara otomatis.

Apabila kamu ingin storefront melakukan konfigurasi secara otomatis, maka kamu bisa klik tombol Let’s Go.

Saran saya, agar website toko online kamu tidak terlalu polos tampilannya lakukan konfigurasi otomatis dari theme storefront.

Setelah kamu klik tombol Let’s go! maka secara otomatis theme storefront akan menjalankan proses desain halaman depan dan sampel produk.

Ketika proses theme storefront telah selesai, kamu akan diarahkan secara otomatis ke halaman Customizer. Pada halaman ini kamu bisa klik tombol Publish lalu tutup halaman Customizer dengan melakukan pada tombol X di sudut kiri atas halaman.

Sampai tahap ini kamu bisa mengujungi halaman depan website toko online kamu.

Jika kamu mengikuti praktik dalam tulisan ini dengan baik, maka akses ke halaman depan website kamu seacara default alamatnya adalah http://localhost/myolshop.


Okay segitu dulu tutorialnya tentang cara dropshipping internasional tanpa menggunakan platform toko online dari Shopify.

Jika selama praktik terdapat error atau masalah teknis, kamu bisa menanyakannya dengan berkomentar di bagian kolom komentar.

4.8/5 10 ratings

What's Your Reaction?

Sebel Sebel
0
Sebel
Pusing Pusing
4
Pusing
Sedih Sedih
0
Sedih
Kocak Kocak
0
Kocak
Terkesan! Terkesan!
4
Terkesan!
Kecewa Kecewa
0
Kecewa
Zapra Gartiast

Hay! Saya Zapra Gartiast, calon Wali Kota Bandung tahun 2025 - 2035. Mohon do'a dari kalian yang membaca 😀

Subscribe
Notify of
guest
4 Komentar
oldest
newest most voted
Inline Feedbacks
Lihat semua komentar
4
0
Punya tanggapan? Tinggalkan komentarx
()
x
Choose A Format
Story
Formatted Text with Embeds and Visuals