Cara Mendapatkan Puluhan Juta Dari YouTube!

5 min


Judulnya cukup wow. Tapi pas mau praktik dan pelaksanaan, ternyata susah. Padahal untuk menjadi content creator di YouTube tidak harus memiliki peralatan syuting eksekutif dan gak perlu persiapan yang matang.

Kamu bisa memulainya dengan merekam video, atau bisa juga nyolong video atau gambar dari internet, lalu edit dikit, terus upload. Selesai…

Kamu gak perlu kamera dslr atau perlengkapan seperti pembuatan film. Dengan modal handphone doang kamu bisa menjadi content creator di YouTube.

Yang penting adalah niat dan aksi!

Dan asiknya lagi, menjadi content creator di YouTube gak perlu riset pasar.

Kamu gak usah repot-repot hitung CPM dan CPC… Itu semua sudah diatur oleh Google, jadi jangan terlalu serius menghitung suatu hal yang dinamis (selalu berubah-ubah).

Fokus kamu adalah mendapatkan penonton, bukan menghitung-hitung pendapatan.

Lalu gimana cara mendapatkan penonton hingga ratusan ribu per video?

Click Through Rate Recommendation

Dari namanya juga udah bikin ribet. Click through rate Recommendation… Apa ini…?

Penjelasan sederhananya begini. Ketika kamu membuka YouTube, baik itu dari aplikasi atau web, maka secara otomatis YouTube akan menampilkan rekomendasi konten (rekomendasi video) untuk kamu saksikan.

Rekomendasi konten akan muncul sesuai dengan minat dan ketertarikan kamu. Kalau kamu suka menonton pertandingan sepak bola, maka YouTube akan merekomendasikan video yang berkaitan dengan sepak bola.

Selain dari minat dan ketertarikan, YouTube juga akan merekomendasikan konten berdasarkan topik atau chanel yang sering kamu tonton.

Contoh, kamu suka menonton video mobile legends, maka YouTube akan merekomendasikan kamu untuk menyaksikan konten tentang mobile legends walaupun kamu belum berlangganan ke channel apapun.

Untuk lebih jelasnya lihat screenshot di bawah ini.

Screenshot di atas adalah video yang direkomendasikan YouTube ketika saya tidak login menggunakan akun Google.

Dalam kondisi saya tidak login dan belum pernah menyaksikan satu pun video di YouTube, maka YouTube akan merekomendasikan konten sesuai kategori yang sedang tren berdasarkan video views.

Dalam kondisi ini, video atau channel baru kamu sangat tidak mungkin ada di halaman depan YouTube.

Lalu saya akan mencoba untuk menonton video yang direkomendasikan YouTube tentang mobile legends langsung dari halaman depan YouTube (www.youtube.com).

Ketika saya menonton video yang berjudul RRQ VS CAPCORN MATCH 2, YouTube memberi saya saran video yang topiknya masih berkaitan dengan video RRQ VS CAPCORN MATCH 2.

Pada praktiknya, video kamu memang belum tentu bisa muncul di lima posisi teratas saran dari YouTube.

Tapi, video kamu ada kesempatan untuk muncul di posisi 20 sampai 30 yang disarankan YouTube apabila topiknya relevant (saling berkaitan).

Pertanyaannya. Memangnya ada yang bakal nonton kalau posisi video saya di posisi 20 sampai 30?

Pasti ada, tapi jarang.

Namun bukan berarti tidak ditonton.

Setiap orang yang suka nonton YouTube, baik itu dari desktop atau mobile, pasti suka mencari konten baru untuk ditonton.

Bahkan sebagian riset menjelaskan bahwa perilaku seorang pengguna YouTube cukup unik, karena di antara mereka ada yang senang menjelajahi konten selagi menyaksikan video, baik itu konten dalam bentuk komentar atau video.

Ini yang saya maksud dengan click through rate recommendation.

Ketika video kamu muncul dalam saran YouTube, walaupun di posisi paling bawah, maka kamu harus memikirkan bagaimana agar video kamu ditonton oleh pengguna.

Terus gimana caranya…?

Optimasi Judul dan Thumbnail Video

Coba kamu lihat judul dan thumbnail (gambar video) yang ada di saran YouTube ketika saya menonton RRQ VS CAPCORN MATCH 2.

Hampir 100% judul video yang mereka upload menggunakan huruf besar. Selain judul video yang berhuruf besar, sebagian thumbnail berisi gambar dengan teks.

Penggunaan huruf besar dan thumbnail tersebut bertujuan untuk menggoda kamu agar tertarik untuk melihat video tersebut, atau bahasa kekiniannya adalah click bait.

Sebagai content creator, video kamu memang harus click bait…

Harus bisa mengundang pengguna yang ada di YouTube untuk menyaksikan video yang kamu upload.

Coba kamu kunjungi channel YouTube Jess No Limit lalu lihat semua video yang di upload di channel miliknya.

Hampir semua video yang di upload oleh Jess No Limit adalah click bait. Judul videonya huruf besar dan memiliki gambar berisi teks.

Kalau di antara kamu ada yang bertanya…

“Jess No Limit kan subscribernya udah lebih dari 3jt, tapi kok tiap upload video masih ada gambar click bait nya…?”

Karena Jess No Limit ingin videonya ditonton oleh pengguna YouTube. Bukan hanya ditonton oleh subscribernya saja, tapi ingin ditonton juga oleh pengguna YouTube!

Dan satu lagi… Jess No Limit sangat cerdik bikin penasaran pengguna YouTube ketika videonya terlihat secara tak sengaja oleh pengguna (video muncul di saran YouTube).

Contohnya adalah video dengan gambar berisi teks “MAGE PALING SAKIT DI SEASON INI??”. Jelas gambar tersebut menjadi sebuah pancingan bagi para pengguna YouTube yang senang bermain game mobile legends.

Bagi pengguna YouTube yang memainkan game mobile legends, namun tidak (belum) kenal Jess No Limit pasti penasaran dan ingin tahu kira-kira MAGE apa sih yang paling sakit dengan menonton video dari Jess No Limit.

Jangan terlalu kaku membuat judul dan thumbnail ketika kamu mengupload video ke YouTube.

Karena judul video dan thumbnail memiliki persentase hingga 90% video akan ditonton oleh pengguna YouTube.

Buat Konten Yang Dinikmati Penonton

Jika konten yang kamu upload dapat dinikmati oleh penonton, maka kemungkinan video kamu untuk muncul di rekomendasi dan saran YouTube lebih besar.

Perlu kamu ketahui bahwa YouTube memiliki sistem untuk mengetahui persentase waktu yang dihabiskan oleh penggunanya ketika menonton suatu video.

Jika total waktu yang dihabiskan pengguna ketika menyaksikan video lebih dari 50%, maka sistem YouTube akan memberi tanda bahwa video tersebut cukup dinikmati oleh pengguna.

Selain dari total waktu yang dihabiskan pengguna, YouTube juga akan melihat feedback pengguna terhadap suatu video (like & dislike).

Jika video mendapatkan feedback cukup banyak, maka YouTube akan memberi tanda bahwa video tersebut memiliki interaksi sosial yang baik, atau lebih tepatnya video tersebut bukan sekedar ditonton lalu ditinggalkan, tapi menerima interaksi dari pengguna.

Banyaknya like atau dislike pada sebuah video tidak berpengaruh pada rekomendasi dan saran YouTube, karena YouTube akan menghitung keseluruhan feedback berdasarkan like dan dislike, tidak hanya dari sisi like saja.

Like atau dislike tetap dihitung sebagai interaksi positif.

Dalam YouTube, like dan dislike hanya sebagai patokan bagi content creator agar ke depannya bisa membuat video yang lebih baik.

Buat Video Berbahasa Inggris

Walaupun agak sulit, tapi bukan berarti tidak bisa untuk kamu lakukan.

Membuat video berbahasa inggris memang harus memiliki kemampuan berbahasa inggris. Memang tidak harus memiliki kemampuan dalam berbicara, tapi minimal harus memiliki kemampuan dalam menulis.

Saya menyarankan membuat video berbahasa inggris karena bayaran dari video berbahasa inggris lebih besar dibanding Indonesia.

Jika video kamu ditonton oleh 100.000 orang Indonesia, maka kurang lebih pendapatan kamu adalah Rp. 350.000 sampai Rp. 1.000.000 (ini hanya sekedar estimasi).

Tapi, jika video kamu ditonton oleh penonton dari negara-negara bagian Amerika, Kanada, Brazil, dan beberapa negara bagian Eropa, maka kamu bisa mendapatkan penghasilan hingga Rp. 1.500.000 sampai Rp. 5.000.000 hanya dari 100.000 penonton (ini hanya sekedar estimasi).

Ilustrasi pendapatan di atas dihitung berdasarkan data harga CPM standar negara dan niche (kategori) umum.

Tentu ada beberapa niche yang membayar hingga US $11.90 dalam satu kali CPM (Cost Per Mille). Tapi, hal tersebut sama sekali tidak berpengaruh terhadap niche video yang kamu pilih.

Terkadang iklan yang muncul dalam video kamu tidak 100% sesuai dengan topik video kamu.

Contohnya begini. Saya menyaksikan video tentang memasak, tapi iklan yang muncul adalah penawaran trip ke Jepang. Apakah iklan trip ke Jepang relevan (sesuai) dengan video memasak?

Contoh kedua. Saya menyaksikan review tentang mobil BMW, tapi iklan yang muncul adalah penawaran beasiswa ke Amerika. Apakah iklan beasiswa ke Amerika relevan (sesuai) dengan video mobil BMW?

Dalam periklanan digital, khususnya periklanan media internet, terdapat suatu algoritma dan sistem khusus untuk menampilkan iklan sesuai relevansi dan ketertarikan pengguna terhadap suatu hal.

Ini yang saya katakan jangan terlalu memikirkan niche video. Karena, sekalipun dalam video kamu terdapat adegan goyang drible macam duo srigala, tapi tidak menutup kemungkinan iklan yang ditampilkan adalah penawaran untuk minjam uang di Kredivo atau AkuLaku.

5/5 4 ratings

What's Your Reaction?

Sebel Sebel
0
Sebel
Pusing Pusing
0
Pusing
Sedih Sedih
0
Sedih
Kocak Kocak
0
Kocak
Terkesan! Terkesan!
0
Terkesan!
Kecewa Kecewa
0
Kecewa
Zapra Gartiast

Hay! Saya Zapra Gartiast, calon Wali Kota Bandung tahun 2025 - 2035. Mohon do'a dari kalian yang membaca 😀

Subscribe
Notify of
guest
0 Komentar
Inline Feedbacks
Lihat semua komentar
0
Punya tanggapan? Tinggalkan komentarx
()
x
Choose A Format
Story
Formatted Text with Embeds and Visuals