Menyelam Privasi Dunia Digital


menyelam privasi dunia digital

Manusia jaman now (zaman sekarang kali…), atau bisa juga disebut dengan manusia era digital pastinya sudah tidak asing lagi dengan definisi dari kata digital.

Apabila dibandingkan dengan zaman saya dulu, di sekitar tahun 1997, zaman dimana kata “zaman” belum berubah menjadi “jaman”. Ketika mendengar kata digital, secara otomatis bayangan di otak adalah jam tangan G-Shock atau tamagoci, atau lebih umumnya adalah permainan gamebot (jimbot).

device digital gamebot
Kamu pernah memainkan ini? Itu artinya kamu sudah tua… 😀

Mendefinisikan serta mengimajinasikan digital tidak luas seperti zaman sekarang.

Namun, seiring berjalannya waktu dan perkembangan teknologi, interaksi antara digital dengan manusia semakin intim. Bahkan, tidak sedikit masyarakat yang sudah ketergantungan terhadap digital device, khususnya smartphone.

Mulai dari baca berita, baca buku, komunikasi, belanja hingga cari jodoh pun bisa dilakukan melalui digital.

Memang asyik… dan sangat menarik…

Saat ini, masyarakat memandang digital sama seperti memandang indahnya laut di pesisian pantai.

Indah… menentramkan mata… menenangkan hati… TAPI

Sebagian besar masyarakat mungkin tidak mengetahui realita dalam dunia digital yang sebenarnya.

Sebagian besar masyarakat hanya menjadi penikmat, penonton, peminat dan pengikut dari hal – hal menarik yang dipresentasikan melalui konten digital…

Lalu, apa saja yang harus masyarakat ketahui dibalik dalamnya dunia digital? Mari mulai MENYELAM…

Identitas dan Privasi Pribadi

Ketika Anda menjadi bagian dari warga dunia digital, Anda wajib memperhatikan identitas dan privasi Anda.

Bagaimana cara memastikan bahwa Anda telah menjadi warga dunia digital?

Anda memiliki identitas yang disebut electronic mail (email).

Mungkin, bagi masyarakat, khususnya pemuda pemudi jaman now, email bukan pilihan utama perantara komunikasi digital. Kebanyakan dari remaja beranggapan bahwa email hanya sebuah alat untuk keperluan verifikasi akun media sosial.

Pemikiran ini masih bisa diterima apabila Anda hidup di tahun 2009 atau 2010. Tapi, di zaman yang sudah serba digital seperti sekarang, komunikasi melalui email pasti dijadikan acuan untuk kebutuhan komunikasi digital. Seperti…

  1. Kirim tugas ke guru/dosen
  2. Melamar pekerjaan
  3. Kirim proposal bisnis
  4. Dan lain – lain…

Apabila Anda telah menggunakan email untuk keperluan tersebut, ada baiknya Anda dapat memisahkan antara email untuk kepentingan komunikasi digital dan email untuk media sosial (email untuk kebutuhan lainnya).

Saya pribadi memiliki tiga alamat email, dimana dari tiga email tersebut, masing – masing email memiliki kepentingan berbeda. Pertama untuk pekerjaan, kedua untuk media sosial, dan yang ketiga untuk daftar di website atau aplikasi yang berkaitan dengan pekerjaan.

Bagi saya pribadi, memiliki tiga alamat email yang fungsi dan perannya berbeda – beda dapat meningkatkan fokus komunikasi, khususnya dalam hal pekerjaan.

Pada alamat email untuk pekerjaan, saya tidak melihat pesan masuk sosial atau promosi yang tidak saya harapkan.

Pengaturan Privasi dan Publikasi

Teman saya pernah kebingungan karena foto – fotonya ada dalam pencarian Google. Teman saya ini gak suka ketika namanya dicari, Google memberikan hasil potret dan informasinya dirinya di hasil pencarian.

Ada beberapa hal yang perlu Anda ketahui ketika menjadi warga di dunia digital…

  1. Privasi benar – benar di kendalikan oleh Anda pribadi.
  2. Informasi tentang Anda tidak akan ditampilkan apabila Anda tidak memberi izin pihak lain untuk menampilkan informasi tersebut.
  3. Informasi dapat tampil ke publik karena sumbernya dapat di akses oleh publik.

Anggap lah kasus teman saya di atas menjadi ilustrasi…

Pertanyaan menariknya adalah, “kenapa Google menampilkan hasil pencarian tentang teman saya?”

Jawabannya, karena Google memiliki akses untuk mengambil informasi tentang teman saya. TAPI…

Google tidak akan pernah bisa mengakses informasi tentang teman saya apabila teman saya memberitahu Google untuk tidak mengakses dan mengambil informasi tentang dirinya.

Sekali lagi, Google tidak pernah bisa mengakses dan mengambil informasi apabila informasi tersebut sifatnya private (tidak dapat diakses publik).

Contoh sederhananya adalah…

Advertisements

Ketika Anda bergabung dengan Facebook dan memasukan informasi tentang Anda, mulai dari foto profil hingga tanggal lahir, itu artinya Anda sudah menyimpan informasi di Facebook. Informasi Anda dapat di akses melalui URL (Uniform Resources Locator), atau bahasa sederhananya adalah link.

Diterima atau ditolaknya akses terhadap link sepenuhnya dikendalikan oleh Anda. Facebook hanya menyediakan pengaturan dan penyesuaian bagaimana informasi Anda dapat diakses dari luar website Facebook.

Kembali ke kasus yang dihadapi oleh teman saya…

Kenapa informasinya bisa ditemukan di hasil pencarian Google?

Jawabannya, karena teman saya belum mengatur dan belum menyesuaikan privasi atas informasi tentang dirinya yang tersimpan di Facebook.

Karena teman saya belum mengatur dan belum menyesuaikan privasi, secara default pengaturan privasi dalam Facebook mengizinkan profile dari teman saya untuk di akses oleh publik, salah satunya adalah mesin pencari Google.

Pada intinya, website manapun memiliki kendali atas privasi informasi. Diterima atau ditolaknya sebuah informasi oleh publik tergantung dari pengetahuan diri Anda dalam mengelola dan menyesuaikan atas siapa yang berhak dan tidak berhak untuk mengaksesnya.

Aliran Arus Informasi dan Privasi

Dunia digital adalah dunia yang penuh dengan kejahatan. Percaya atau tidak, tapi itu cara pandang saya terhadap dunia digital.

Saya bisa menyebutkan dunia digital adalah dunia yang jahat, karena saya pernah menjadi bagian dari kejahatan dalam dunia digital.

INGAT…

Kejahatan dalam dunia digital tidak hanya dalam praktik peretasan atau penyebaran virus. Tapi, yang lebih jahatnya lagi adalah menjadi orang lain, memanipulasi informasi, dan mempublikasi informasi tanpa izin yang sah.

Mengingat informasi dalam dunia digital adalah sesuatu yang sangat mudah untuk didapatkan, maka tak heran apabila beberapa pihak memanfaatkan kemudahan tersebut sebagai keuntungan untuk melakukan penipuan dan pemalsuan.

Bahkan secara terang – terangan dijadikan aset untuk periklanan untuk konten yang tidak relevan.

Untuk menghindari penyalahgunaan informasi, ada baiknya Anda menghindari hal – hal berikut:

  1. Membagikan informasi kontak (alamat email atau nomor handphone) dalam bentuk plain text pada halaman yang sifat aksesnya publik.
  2. Membagikan informasi kontak (alamat email atau nomor handphone) pada website yang jenis privasi atau ketentuan di dalamnya tidak dapat dipertanggung jawabkan.
  3. Membagikan informasi kontak (alamat email atau nomor handphone) pada website yang berbagi konten pornografi atau perjudian.

Apabila Anda kepepet ingin melakukan poin nomor 3 di atas, ada baiknya Anda gunakan identitas palsu untuk menghindari keresahan di masa yang akan datang.

Sebuah informasi kontak, khususnya nama lengkap dan alamat email adalah harta karun dalam dunia digital yang dapat diperjual-belikan secara bebas.

Simpan dan bagikan dengan baik informasi pribadi Anda apabila Anda tidak ingin terjadi gangguan berlebihan yang melanda aktifitas Anda dalam dunia digital.

0/50 ratings

What's Your Reaction?

Sebel Sebel
0
Sebel
Pusing Pusing
0
Pusing
Sedih Sedih
0
Sedih
Kocak Kocak
0
Kocak
Terkesan! Terkesan!
0
Terkesan!
Kecewa Kecewa
0
Kecewa
Zapra Gartiast

Perkenalkan, nama saya adalah Zapra Gartiast dan saya salah satu penulis di website Yuniza. Telah berpengalaman dalam internet dan pengembangan website sejak tahun 2009. Bukan ahli teknologi, namun tertarik dengan berbagai hal menarik dalam teknologi.

0 Comments

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Artikel Lain Dari Dunia Digital

BACA JUGA

Choose A Format
Story
Formatted Text with Embeds and Visuals