Pentingnya Fokus Dalam Menjalani dan Merintis Bisnis

Ingin tahu bagaimana caranya supaya kamu fokus dan konsisten dalam menjalani bisnis? Baca artikel ini sekarang juga biar makin fokus.3 min


Kalau kamu adalah seorang pebisnis yang benar-benar merintis dan menjalani bisnis dari nol, atau… kamu adalah seorang pebisnis yang benar-benar fokus bisnis dalam keadaan pengangguran dengan keadaan ekonomi yang pas-pasan…

Saya sangat salut dan bangga karena kamu adalah super hero… hahaha!!!

Sebelum melanjutkan tulisan ini, saya ingin bercerita sedikit tentang saya… saya gak mau tahu apakah kamu peduli atau tidak, tapi saya akan berbagi cerita ini sebagai pengalaman yang cukup penting untuk dibagikan, khususnya kalau kamu baru memulai, atau baru mikir-mikir untuk memulai bisnis.

Saya memulai bisnis di tahun 2008, dan sampai detik ini saya masih menjadi seorang pebisnis. Hampir segala jenis bisnis digital telah saya jalani, mulai dari recehan sampai ribuan dolar.

Selama saya menjalani bisnis, saya merasa kalau perjalanan menuju kesuksesan masih sangat jauh… bahkan setiap kali saya menerapkan ide bisnis, bisnis tersebut tidak pernah sukses dan selalu hancur dalam garis kegagalan…

Padahal… saya merasa ide bisnis tersebut cukup potensial dan bisa mendatangkan uang yang cukup besar….

Lalu saya berpikir… apa yang membuat saya selalu gagal dalam merintis dan menjalani bisnis?

Apa karena saya kurang pengalaman…?

Apa karena saya kurang jaringan…?

Atau… apa karena saya kurang pengetahuan…

Tentunya masih banyak sekali pertanyaan lain yang di setiap detiknya selalu menghantam pikiran saya.

Setelah saya tinjau dengan hati dan pikiran yang tenang, akhirnya saya menyadari bahwa satu-satunya hal yang membuat saya selalu gagal mencapai tujuan dalam bisnis adalah tidak fokus.

Tidak fokus di sini bukan karena saya punya pekerjaan atau hal lainnya, melainkan bisnis saya terlalu bercabang.

Kegagalan karena bisnis bercabang ini sempat saya alami di tahun 2011 lalu, ketika saya sempat mendirikan sebuah badan usaha bersama beberapa teman kampus.

Ketika bisnis sedang berjalan dalam garis yang cukup baik, saya dan beberapa teman membuat proyek internal yang membuat usaha utama menjadi kacau dan berantakan lalu berakhir dengan bubar yang menggenaskan.

Lalu, dari cerita saya di atas muncul beberapa pertanyaan…

Apakah untuk mengejar kesuksesan dalam bisnis harus menekuni satu bisnis yang sedang dijalani saat ini?

Apakah menjalani bisnis lain disamping bisnis utama adalah hal yang salah?

Kenali — Sayangi Bisnis Kamu

Untuk menjawab pertanyaan di atas, pertama kamu harus mengenal dan menyayangi bisnis kamu. Terbacanya memang agak aneh, tapi kalau kamu benar-benar mengenal dan menyayangi sebuah bisnis, kamu gak akan lagi bingung dengan perjalanan bisnis kamu ke depannya.

Ketika kamu menerapkan dan menjalani sebuah ide bisnis tanpa mengenal atau menyayangi bisnis tersebut, ada kemungkinan kamu akan stack di tengah jalan.

Contohnya begini…

Kamu jualan baju, tapi kamu tidak kenal atau tidak menyayangi proses dari menjual baju… karena kamu tidak kenal dan tidak menyayangi proses menjual baju, secara otomatis kamu pasti (akan) merasa kalau menjual baju adalah bisnis yang membosankan atau tidak potensial… sekalipun untung kamu besar…

Berbeda lagi kondisinya jika kamu benar-benar kenal dan menyayangi proses menjual baju… sekalipun kamu harus hujan-hujanan untuk menjual baju, kamu tidak akan merasa bahwa proses tersebut adalah beban… Kamu akan merasa bahwa segala rintangan yang kamu hadapi selama menjual baju adalah kebiasaan yang bisa dengan mudah kamu lakukan karena kamu kenal dan kemungkinan sayang menjual baju…

Mengenal dan menyayangi sebuah bisnis yang sedang kamu jalani saat ini bukan berarti kamu mencintai atau menyukainya.

Perlu kamu ketahui bahwa mengenal dan menyayangi sebuah bisnis tidak sama dengan kutipan yang sering sekali dikutip oleh banyak orang, seperti… “mulailah bisnis dari sesuatu yang disukai/dicintai”, atau “bisnis itu harus sesuai passion” dan masih banyak kutipan-kutpian sejenis lainnya…

Saya pernah menjumpai sebuah wawancara seorang pelaku bisnis yang manyatakan bahwa memulai bisnis harus berdasarkan dari sesuatu yang dicintai… (maaf, saya lupa lagi siapa tokohnya)

Tetapi faktanya, menjalani bisnis tidak sesederhana seperti kamu mencintai lawan jenis…

Bahkan, jika kamu menjalani bisnis berdasarkan rasa cinta, kamu hanya akan menghadapi sesuatu berdasarkan paksaan, bukan karena kamu kenal atau sayang dari proses bisnis yang kamu hadapi.

Mari ambil contoh lain…

Kamu pasti kenal nama-nama berikut… Steve JobsBill Gates, dan Mark Zuckerberg

Tiga tokoh teknologi di atas sama sekali tidak cinta teknologi… tapi kenapa mereka bertiga sukses di bidang teknologi?

Jawabannya karena mereka kenal dan sayang dengan teknologi yang mereka buat dan kembangkan. Mereka tahu persis masa depan dari teknologi yang mereka rancang untuk menjadi sebuah bisnis menjanjikan, khususnya bagi banyak orang…

Tambahan lain… jangan terlalu fokus merancang suatu bisnis hanya karena bisnis kamu mampu menyelesaikan masalah orang lain

Masalah yang dihadapi individu selalu berbeda-beda setiap detiknya… dan percayalah, bisnis kamu tidak akan pernah mampu menyelesaikan setiap masalah yang dihadapi semua individu…

Konsisten Dengan Target Utama

Gak semua orang selalu suka dengan bisnis yang sedang dirintisnya. Terkadang, bisnis tersebut harus berhenti di tengah jalan hanya karena alasan ribetmembosankan, dan tidak menguntungkan.

Kondisi di atas sering sekali saya jumpai pada orang-orang yang manja dan gak mau susah menghadapi tahap-tahap sulit dalam suatu bisnis.

Saran saya, jika kamu termasuk manusia manja dan gak mau susah menghadapi tahap-tahap sulit dalam perjalanan bisnis, lebih baik bekerja jadi PNS atau lanjutkan perusahaan orang tua (khusus turunan sultan dan konglomerat).

Kalau kamu pernah menonton atau membaca kisah sukses para pebisnis, kebanyakan dari mereka pasti pernah menghadapi masa yang super sulit, bahkan (mungkin) jauh lebih sulit dari kondisi yang sedang kamu hadapi saat ini.

Untuk menjadi seseorang yang konsisten dalam menjalani bisnis waktunya tidak sebentar. Minimal kamu perlu waktu 1 tahun untuk melihat dan memperhatikan perjalanan bisnis kamu, lalu mengambil celah dan kesempatan potensial untuk mengembangkannya agar lebih prospektif di masa yang akan datang.

Bagi sebagian besar bisnis, tahun pertama (malah ada juga 2 tahun pertama) adalah tahun yang sangat sulit, bahkan sangat menyakitkan. Kamu mungkin harus menghadapi kerugian, beban, hingga rasa lelah yang lebih ekstra dibanding karyawan kantoran.

Tapi, jika selama 1 tahun tersebut (atau 2 tahun pertama) kamu bisa menghadapinya, kamu akan mendapatkan sesuatu yang sangat berharga disisi keuntungan dalam bentuk uang.

Kalau kamu masih plin plan dan sering mencoba mempraktikan bisnis atas dasar rasa suka atau idealisme pribadi, itu artinya kamu belum paham dengan poin yang pertama, Kenali — Sayangi Bisnis Kamu.


Okay, karena saya belum menemukan lagi pengalaman, referensi, dan kata-kata menarik untuk tulisan ini, maka saya akhiri tulisan ini sampai di sini.

Kalau ada kekurangan, kamu bisa menambahkan sisi kurang dari tulisan di atas melalui kolom komentar.

5/5 2 ratings

What's Your Reaction?

Sebel Sebel
0
Sebel
Pusing Pusing
0
Pusing
Sedih Sedih
0
Sedih
Kocak Kocak
1
Kocak
Terkesan! Terkesan!
1
Terkesan!
Kecewa Kecewa
0
Kecewa
Zapra Gartiast

Hay! Saya Zapra Gartiast, calon Wali Kota Bandung tahun 2025 - 2035. Mohon do'a dari kalian yang membaca 😀

Berikan Komentar

avatar
  Subscribe  
Notify of
Choose A Format
Story
Formatted Text with Embeds and Visuals