Jenis Program Yang Memperlambat Startup Windows Anda


Apabila Anda merasa startup atau boot sistem operasi Windows Anda cukup memakan waktu yang lama, jangan salahkan dulu PC / Laptop tersebut.

Kemungkinan besar, lamanya startup atau boot setelah PC dihidupkan tidak sepenuhnya pengaruh dari perangkat keras PC yang sudah jelek.

Bisa jadi, lamanya startup atau boot tersebut dipengaruhi oleh sekumpulan program yang secara otomatis berjalan (running) ketika PC Anda dihidupkan.

Pada sistem operasi, baik itu MacOS, Linux, maupun Windows pasti terdapat program yang berjalan otomatis ketika PC di hidupkan.

Namun, kali ini saya akan membahas cara untuk mematikan (menonaktifkan) program yang berjalan secara otomatis di sistem operasi Windows.

Lalu, dimana sekumpulan program yang secara otomatis berjalan tersebut? Bagaimana cara mematikan program yang secara otomatis berjalan tersebut?

Mematikan Program Otomatis Berjalan

Untuk mematikan program yang otomatis berjalan ketika PC / Laptop Anda di hidupkan, Anda bisa melakukannya melalui Windows Task Manager.

Untuk membuka Windows Task Manager Anda dapat menekan CTRL + Shift + E pada keyboard secara bersamaan.

Apabila setelah Windows Task Manager terbuka, disana terlihat tombol atau tulisan Expand details di bagian bawah, klik tombol atau tulisan tersebut.

Alihkan tab ke Start-up. Untuk mendapatkan informasi lebih lanjut, klik kanan salah satu header tabel (seperti Name) dan centang Disk I/O at start-up dan CPU at start-up.

task-manager-startup

Klik-kiri pada header Start-up untuk mengurutkan program dari High ke Low. Program tersebut adalah program yang memberi tekanan lebih pada disk dan CPU Anda yang dapat menyebabkan komputer Anda memakan waktu lebih lama untuk memuat desktop setelah booting.

Setelah mengetahui program apa saja yang memberi tekanan, sekarang saatnya untuk mengidentifikasi program apa yang ingin Anda nonaktifkan dari pemuatan otomatis saat boot.

Namun, Anda perlu tahu program yang hendak Anda nonaktifkan. Jika tidak, Anda bisa klik kanan dan klik Search online untuk mengetahui lebih lanjut.

task-manager-startup-disable

Untuk menonaktifkan program dari pemuatan saat start-up, klik kanan pada daftar program yang terpilih lalu klik Disable. Anda dapat mengaktifkan kembali program yang telah di nonaktifkan kapan saja dengan klik kanan lalu klik Enable.

Program Startup Tersembunyi

Tidak semua program yang otomatis dimuat saat startup dapat di nonaktifkan melalui Windows Task Manager. Hal ini disebabkan karena Windows Task Manager tidak dapat menampilkan program yang tersembunyi (background running program).

Cara terbaik untuk memastikan semua program tersebut terlihat, Anda dapat menggunakan program resmi dari Microsoft yang disebut Autoruns for Windows.

Download Autorun for Windows, lalu pasang pada PC / Laptop Anda. Setelah pemasangan selesai, buka aplikasi tersebut lalu alihkan ke tab Logon.

Pada tab Logon Anda diperlihatkan daftar program yang bisa berjalan otomatis saat Windows startup. Untuk menonaktifkan program, Anda bisa mencabut centang pada program yang ingin Anda nonaktifkan saat Start-up.

Setelah Anda mengetahui cara untuk menonaktifkan program yang memberi tekanan ketika saat Windows melakukan Start-up, sekarang waktunya Anda membaca jenis program yang memberi tekanan tersebut.

1. Gaming Clients

Mungkin Anda tidak asing lagi dengan gaming clients seperti Steam atau Origin. Ketika Anda memiliki rencana untuk menyimpan dan mengingat password Steam Anda di dalam program, maka secara otomatis Steam akan berjalan ketika PC / Laptop Anda di hidupkan.

Steam Desktop Client untuk sistem operasi Windows cukup memakan proses pada CPU dan hardisk ketika Windows dalam keadaan Start-up.

Akibatnya, proses Windows Start-up yang harusnya terasa ringan akan menjadi sangat berat karena processor dan hardisk ikut bekerja untuk Steam Desktop Client.

Selain dari Steam Desktop Client. Program seperti Razer Cortex juga dapat menghambat kinerja Windows Start-up.

Apabila pada PC / Laptop Anda terpasang gaming clients seperti SteamOrigin, atau Garena. Ada baiknya terapkan opsi agar gaming client tersebut tidak berjalan otomatis ketika Windows dalam keadaan Start-up.

2. Aplikasi Chat

Salah satu aplikasi chat yang sangat memberi beban ketika Windows dalam keadaan Start-up adalah aplikasi chat, contohnya Skype.

Advertisements

Apabila pada PC / Laptop Anda terpasang aplikasi Skype, Anda wajib menonaktifkan automatically running on Windows Start-up karena berupaya membuat proses Start-up menjadi sangat lambat.

Selain Skype, ada juga beberapa aplikasi chat lain yang memberi beban ketika Windows dalam proses Start-up. Aplikasi seperti LINE Messenger dan Telegram juga memberi beban yang cukup berat saat Windows dalam proses Start-up.

Namun, pada aplikasi chat, biasanya tersedia opsi di dalam aplikasi yang memberikan pilihan kepada pengguna agar aplikasi tidak berjalan otomatis ketika Windows dalam proses Start-up.

3. Adobe Programs

Pada seluruh produk Adobe, apakah itu Photoshop, Illustrator, Framework, Premier, Lightroom, After Effects, dan Dreamweaver terdapat suatu sistem yang disebut dengan Adobe Application Manager, atau di era Adobe CC bisa disebut dengan Creative Cloud Desktop Application.

Secara otomatis, Creative Cloud Desktop Application akan berjalan saat Windows dalam proses Start-up.

Selain dari Creative Cloud Desktop Application, apabila Anda menggunakan Adobe PDF atau Acrobat Pro, maka yang harus Anda menonaktifkan Adobe ARM untuk memangkas proses berlebihan ketika Windows dalam proses Start-up.

Proses berlebihan yang dilakukan oleh Adobe ARM adalah unduhan otomatis (automatic download) ketika terdapat pembaharuan yang diterbitkan secara resmi oleh pihak Adobe.

Setelah proses unduhan selesai, maka Adobe ARM akan meminta Anda untuk memperbaharui software yang berkaitan dengan pembaharuan tersebut.

4. Cloud Storage Desktop Clients

Apabila Anda memasang aplikasi Cloud Storage seperti Google DriveMicrosoft OneDrive, atau Dropbox. Maka secara otomatis aplikas tersebut akan berjalan saat Windows dalam proses Start-up.

Walaupun beban yang diberikan oleh Cloud Storage Desktop Clients tidak terlalu besar, namun prosesnya tetap akan dibaca oleh processor.

Oleh karena itu, apabila Anda memang membutuhkan sinkronasi latar belakang yang secara otomatis dilakukan oleh program Cloud Storage. Anda bisa memberikan opsi terhadap program Cloud Storage tersebut agar prioritasnya Medium atau Low.

Kesimpulan

Dalam artikel ini tidak dijelaskan secara rinci tentang program apa saja yang memberi beban ketika Windows dalam keadaan Start-up.

Pada artikel ini hanya dijelaskan jenis program yang pada ilustrasinya disebutkan juga rincian program atau software sebagai patokan agar pembaca memahami maksud dari jenis program yang tertulis dalam artikel.

Apabila Anda memiliki pertanyaan atau saran yang lebih baik, Anda bisa meninggalkan pertanyaan atau saran tersebut melalui kolom komentar di bawah.

4/51 rating

What's Your Reaction?

Sebel Sebel
0
Sebel
Pusing Pusing
0
Pusing
Sedih Sedih
0
Sedih
Kocak Kocak
0
Kocak
Terkesan! Terkesan!
0
Terkesan!
Kecewa Kecewa
0
Kecewa
Zapra Gartiast

Perkenalkan, nama saya adalah Zapra Gartiast dan saya salah satu penulis di website Yuniza. Telah berpengalaman dalam internet dan pengembangan website sejak tahun 2009. Bukan ahli teknologi, namun tertarik dengan berbagai hal menarik dalam teknologi.

0 Comments

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Artikel Lain Dari Dunia Digital

BACA JUGA

Choose A Format
Story
Formatted Text with Embeds and Visuals