Solusi Ancaman Instagram Bot dan Fake Account

5 min


Buat kamu yang suka menggunakan aplikasi pihak ketiga untuk instagram bot, atau mungkin suka membuat banyak akun instagram untuk menambah angka followers, ada baiknya kamu membaca artikel ini dengan serius.

Kenapa harus serius? Supaya kamu mengerti cara kerja dari aplikasi instagram bot dan dampak negatif terhadap akun instagram kamu ketika menggunakan aplikasi instagram bot.

Tulisan ini berdasarkan pengelaman saya pribadi menggunakan aplikasi instagram bot. Jadi, mari kita mulai…

Efek Negatif Instagram Bot

Mungkin kamu pernah mendapatkan penawaran aplikasi instagram bot, seperti Grammatic, Gunapost, SocialDrift, VitGram, dan lain sebagainya. Setiap aplikasi yang saya sebutkan tersebut memiliki sistem otomatisasi yang berbeda, namun pada intinya punya tujuan yang sama, yaitu menjalankan aktifitas instagram kamu secara otomatis.

Yang akan saya bahas di sini bukan sistem otomatisasi dari setiap aplikasi pihak ketiga di atas, melainkan cara kerja instagram mendeteksi akun instagram yang menggunakan bot.

Pendeteksi Follow Otomatis

Setiap aplikasi di atas pasti mampu menjalankan aktifitas follow otomatis berdasarkan target yang dapat diatur sedemikian rupa oleh kamu.

Misalnya, kamu bisa follow otomatis seluruh daftar followers yang ada di akun instagram milik @tokopedia. Atau, kamu juga bisa follow otomatis seluruh pengguna instagram yang mengunggah foto pada hashtags atau lokasi tertentu.

Pemisalan di atas adalah contoh praktiknya….

Tapi, sistem yang berjalan pada server instagram bukan sistem biasa. Instagram akan mendekteksi aktifitas akses pada akun instagram kamu berdasarkan kebiasaan.

Misalnya, akun instagram kamu sama sekali tidak pernah mengunjungi akun instagram @tokopedia, tapi setelah menggunakan aplikasi bot, tiba-tiba akun kamu sering mengakses daftar followers tokopedia lalu mengikutinya secara berkala.

Pada tahap tersebut, sistem pada server instagram akan memberikan akun kamu sebuah soft warning. Biasanya, ketika akun instagram kamu diberi peringatan jenis ini, maka akun instagram kamu tidak dapat mengikuti akun instagram lain untuk beberapa waktu, bisa 1 jam, 2 jam, bahkan 48 jam.

Apabila setelah diberi soft warning aktifitas follow otomatis tetap berjalan, maka instagram akan memberi kamu peringatan security warning. Peringatan jenis ini sangat jarang sekali didapatkan oleh akun yang menggunakan aplikasi otomatis. Tetapi, ciri dari peringatan ini adalah adanya pemberitahuan melalui email atau aplikasi resmi instagram bahwa kamu harus merubah password akun instagram kamu.

Apabila setelah diberi security warning akun tersebut tetap melakukan aktifitas follow otomatis. Maka, secara otomatis sistem pada server instagram akan melakukan banned.

Pendeteksi Komentar Otomatis

Kalau kamu menggunakan aplikasi pihak ketiga untuk melakukan komentar otomatis, maka kamu wajib memperhatikan hal yang akan saya jelaskan di bawah ini.

Berbeda dengan pendeteksi follow otomatis, pendeteksi komentar otomatis pada server instagram tidak mendapatkan sanksi banned secepat follow otomatis. Namun, pendeteksi komentar otomatis pada server instagram akan membuat komentar yang dikirim oleh akun instagram kamu tidak tampil di publik untuk beberapa waktu (bahkan bisa saja selamanya).

Ketika komentar yang dikirim oleh akun instagram kamu tidak tampil di publik, itu artinya akun tersebut sudah ditandai sebagai akun SPAM.

Apabila akun instagram kamu sudah ditandai sebagai SPAM, ada (kemungkinan) beberapa aktifitas yang tidak ditampilkan secara publik, salah satunya adalah tidak munculnya foto/video pada tagar (hashtags) yang disematkan dalam caption.

Contoh, kamu memposting foto/video, lalu pada caption kamu menyematkan tagar #indonesiajuara. Jika akun instagram kamu sudah ditandai sebagai akun SPAM, maka foto/video yang kamu posting tidak akan muncul pada tagar #indonesiajuara.

Pendeteksi Bot Lainnya

Selain dari mendeteksi komentar dan follow, instagram juga memperhatikan aktifitas untuk mendeteksi DM (Direct Message) dan likes otomatis. Namun, untuk saat ini instagram lebih fokus memperhatikan bot pada aktifitas komentar dan follow otomatis.

Instagram lebih memperhatikan bot pada komentar dan follow otomatis karena mereka sangat sadar bahwa komentar dan follow lebih user reactable dibanding likes dan DM. Itu yang menjadi salah satu alasan instagram memperbarui server miliknya dengan sistem machine learning agar akun instagram yang menggunakan bot, khususnya bot pada komentar dan follow otomatis bisa diantisipasi lebih cepat dibanding bot pada aktifitas lainnya.

Solusi Untuk Para Pengguna Bot

Buat kamu yang suka menggunakan aplikasi pihak ketiga untuk menjalankan instagram bot, ada beberapa hal yang perlu diketahui agar akun instagram kamu tidak ditandai sebagai SPAM atau di banned.

Karena sistem pendeteksi bot instagram, atau machine learning ini menggunakan tenaga komputer (program), maka tidak menutup kemungkinan ada celah yang lemah untuk mengelabui sistem machine learning yang berjalan di server instagram.

Jangan Liar dan Asal Jalan

Cerita sedikit… kebetulan saya menggunakan aplikasi pihak ketiga untuk menjalankan bot instagram dari Gunapost, oleh karena itu saya ingin berbagi sedikit pengalaman.

Pertama kali saya menggunakan aplikasi Gunapost, saya langsung mengaktifkan tiga aktifitas otomatis sekaligus, yaitu follow otomatis, komentar otomatis, dan likes otomatis. Bahkan, saya juga mengaktifkan unfollow otomatis.

Bulan pertama tidak ada masalah, akun instagram saya tetap aman. Bahkan, dengan bot ini saya telah melakukan aktifitas otomatis dengan angka yang cukup fantastis.

  1. 15000+ aktifitas follow tertarget secara otomatis.
  2. 16500+ aktifitas likes tertarget secara otomatis.
  3. 15500+ aktifitas komentar tertarget secara otomatis.

Dan angka tersebut didapatkan dalam waktu kurang dari 1 bulan, atau sekitar 3 minggu dengan perhitungan berikut.

  1. 50 – 55 akun diikuti setiap 1 jam.
  2. 60 – 70 foto/video disukai setiap 1 jam.
  3. 55 – 65 foto/video diberi k0mentar setiap 1 jam.

Aktifitas di atas juga tidak berjalan selama 24 jam penuh, saya menghentikan aktifitas di atas mulai dari jam 9 malam hingga jam 7 pagi secara otomatis menggunakan fitur pause activity yang tersedia di Gunapost.

Tapi, setelah instagram menjalankan program machine learning di server miliknya, akun saya langsung di banned ketika menjalankan aktifitas otomatis. Berikut ini penguman resmi dari instagram https://instagram-press.com/blog/2018/11/19/reducing-inauthentic-activity-on-instagram/.

Akun instagram yang telah memiliki 5000+ followers berkat aktifitas otomatis tersebut akhirnya harus saya ikhlaskan karena di banned oleh instagram.

Saat itu pihak Gunapost sudah memberikan pengumuman untuk mengurangi kecepatan dari aktifitas follow otomatis, tapi karena saya kurang respect dan tidak ditanggapi dengan baik, akhirnya ada empat akun yang di banned oleh instagram.

Saya sempat sedikit down dan bingung… Tapi, saya mulai cari cara agar saya tetap bisa menggunakan dan memanfaatkan Gunapost untuk aktifitas otomatis, dan hasilnya…

Menargetkan Berbagai Sumber

Target pada aktifitas follow otomatis tidak hanya fokus pada 10 target. Saya menambahkan dan menargetkan (kurang lebih) 40 hashtags, 20 lokasi, dan 40 username dengan kecepatan yang sangat lambat, kurang lebih hanya melakukan follow otomatis pada 2 – 3 pengguna per jam. Sangat jauh dengan 50 follow otomatis per jam.

Jika saya hanya menargetkan 10 sumber target, misal 3 hashtags, 5 lokasi, dan 2 username, maka sistem machine learning instagram pasti secara otomatis mengetahui pola aktifitas tersebut dan langsung melakukan banned pada akun instagram saya.

Tapi karena saya menargetkan (kurang lebih) 100 sumber target, machine learning instagram menganggap bahwa hal tersebut dilakukan secara native karena pola dari aktifitas cukup beragam.

Meskipun terasa aman, saya tetap menghentikan aktifitas tersebut di jam 9 malam hingga jam 8 pagi agar aktifitas tetap terlihat native.

Selain itu, saya juga mulai sering melakukan aktifitas posting mulai dari 1 foto/video per hari atau 1 foto/video per 2 hari.

Tambahan lainnya, saya selalu memperbarui sumber target 1 minggu sekali agar pola aktifitas selalu berubah-ubah.

Gunakan Atau Beli Proxy

Apa itu proxy? Kalau kamu belum mengetahui tentang proxy, kamu bisa membacanya di sini. Namun pada intinya, ketika akun instagram kamu melakukan aktifitas otomatis, maka server instagram akan mencatat IP Address yang kamu gunakan untuk menjalankan aktifitas otomatis tersebut.

Dalam hal ini memang pembahasannya agak teknis, tapi jika tidak mengerti bisa benar-benar fatal, khususnya buat kamu yang menggunakan aplikasi bot dari pihak ketiga.

Praktik mudahnya begini. Kamu ketik di google kata kunci berikut, “what is my ip address”. Setelah kata kunci tersebut kamu ketik, akan muncul angka yang menampilkan informasi IP Address kamu.

Setelah kamu mengetahui IP Address kamu, lalu kamu mengunjungi instagram baik itu dari web atau dari aplikasi, maka secara otomatis instagram akan mencatat IP Address kamu.

Jika instagram mendeteksi bahwa IP Address yang kamu gunakan pernah melakukan aktifitas otomatis di instagram, maka kemungkinan besar akun instagram kamu bisa di banned ketika mulai menjalankan aktifitas otomatis.

Oleh sebab itu wajib sekali bagi kamu yang ingin menggunakan aplikasi pihak ketiga untuk otomatisasi instagram mempertanyakan hal tersebut. Apakah aplikasi tersebut mendukung dan menyediakan proxy atau tidak.

Contoh sederhananya seperti saya. Karena Gunapost tidak menyediakan proxy, maka saya harus membeli proxy agar aktifitas otomatis yang dilakukan oleh akun instagram saya tidak terdeteksi menggunakan IP Address dari server milik Gunapost.

Saya membeli proxy karena takut IP Address milik server Gunapost telah digunakan oleh banyak pengguna lain yang juga menggunakan Gunapost untuk aktifitas otomatisasi instagram.

Spintax Itu Penting

Kalau kamu berencana menggunakan aplikasi otomatisasi instagram untuk melakukan komentar, maka sangat penting untuk mengetahui; apakah aplikasi yang akan kamu gunakan sudah mendukung spintax atau belum.

Spintax adalah sebuah fitur yang sangat bagus untuk mencegah akun instagram kamu mengirimkan kalimat berulang pada foto/video.

Untuk mengetahui lebih jauh tentang spintax, kamu bisa membacanya di cara menggunakan spintax.

Atau, jika tidak menyediakan spintax, pastikan juga aplikasi tersebut mendukung comment template.

Comment template adalah sesuatu yang sangat berbeda dengan spintax. Pada comment template kamu akan membuat kalimat sebanyak-banyaknya, lalu menyimpannya dalam daftar kalimat, dan nantinya secara otomatis daftar kalimat yang kamu simpan akan berotasi setiap kali komentar dikirim. Sejujurnya, comment template lebih mudah dibanding spintax.


Nah sekian dulu tulisan tentang solusi ancaman instagram bot dan fake account. Walaupun tidak semua dijelaskan dalam artikel ini, tetapi semoga artikel yang tulis bisa bermanfaat buat kamu.

5/5 7 ratings

What's Your Reaction?

Sebel Sebel
0
Sebel
Pusing Pusing
3
Pusing
Sedih Sedih
0
Sedih
Kocak Kocak
0
Kocak
Terkesan! Terkesan!
1
Terkesan!
Kecewa Kecewa
0
Kecewa
Yuni Marsela

Pemula

Penulis amatir yang masih belajar blogging. Semoga semua yang saya tulis bermanfaat buat kalian semua :D

Subscribe
Notify of
guest
0 Komentar
Inline Feedbacks
Lihat semua komentar
0
Punya tanggapan? Tinggalkan komentarx
()
x
Choose A Format
Story
Formatted Text with Embeds and Visuals